Berdasarkan tentang pembahasan tentang bagaimana untuk menjadi pemimpin yang efektif dan mempunyai visi dan misi, banyak orang gagal untuk memimpin karena tidak ada visi. Menurut Haword hendriks “seorang pemimpin adalah seseorang yang tahu kemana ia harus pergi, dan mampu mengajak orang lain untuk mengikutinya.”
Mari lihat seorang tokoh pemimpin yang berhasil dalam PL Yosua untuk mencapai tanah kanaan dan biasa mengajak orang untuk mengikutinya.Yosua merupakan kelanjutan sejarah Pentateukh. Yosua mencatat peristiwa Israel menyeberangi Sungai Yordan memasuki Kanaan setelah Musa wafat, dan juga penaklukan dan menetapnya kedua belas suku Israel di Kanaan di bawah pemimpin Yosua.
Karena Yosua ada ketekunan dalam kehidupannya ini salah satu memberi dampak seorang pemimpin di dalam PL untuk mencapai visi. Oleh sebab itu seorang pemimpin khususnya Gembala harus memiliki kemampuan untuk mengajak jemaat memiliki iman yang benar-benar kepada Tuhan.
latar belakang kepemimpinan Yosua
Orang percaya Yosua merupakan kelanjutan sejarah Pentateukh. Orang percaya Yosua mencatat peristiwa Israel menyeberangi Sungai Yordan memasuki Kanaan setelah Musa wafat, dan juga penaklukan dan menetapnya kedua belas suku Israel di Kanaan di bawah pemimpin Yosua. Tanggal untuk masuknya Israel ke Kanaan adalah seorang percayar tahun 1405 SM. Orang percaya ini meliput 25-30 tahun selanjutnya dalam sejarah Israel, mengisahkan bagaimana Allah memberikan kepada Israel "negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka" (Yos 21:43).Sudah sepantasnya, orang percaya ini dinamakan menurut tokoh utama yang memainkan peranan utama selaku pemimpin yang ditetapkan Allah sepanjang orang percaya ini. Sejarah pribadi Yosua mempersiapkannya dengan baik untuk menjadi pemimpin penaklukan. Yosua yang hidup pada akhir masa penindasan Israel di Mesir menyaksikan kesepuluh tulah hukuman, Paskah pertama, penyeberangan ajaib Laut Merah, dan tanda-tanda (dan hukuman-hukuman) adikodrati sepanjang perjalanan Israel di padang gurun.
Arti nama Yosua adalah penyelamat atau pembebas. Ia diberi tanggung jawab sebagai pemimpin sama seperti Musa. Musa telah mempersiapkan Yosua menjadi pemimpin dengan beragam pembelajaran tentang kepemimpinan, ketaatan, dan iman kepada Tuhan. Tuhan memandang kualitas kepemimpinan Yosua dapat dipakai untuk menjalankan visi Tuhan bagi masa depan bangsa Israel di tanah Kanaan. Sebagai pemimpin, Yosua memiliki iman yang kuat kepada Tuhan, percaya bahwa Tuhan berkuasa menaklukkan musuh. Seperti pengalamannya menyaksikan kuasa Tuhan saat mengeringkan Laut Merah (Yosua 4: 23-24).
Sejak Tuhan memerintahkan hal itu kepadanya, Yosua tetap taat kepada Tuhan. Sepanjang kitab Yosua dituliskan, terlihat jelas bagaimana Tuhan terkoneksi dengan Yosua dan mengarahkannya dalam bertindak dan mengambil keputusan. Apa saja yang dimiliki oleh seorang Yosua,hingga ia dapat menjadi salah satu pemimpin yang patut diteladani diantara tokoh Alkitab lainnya? Hidup taat dan beriman tidaklah cukup untuk menjadi seorang pemimpin sejati seperti Yosua. Sehingga diperlukan aspek lain yang membentuknya sedemikian rupa[1].
Pengaruh
Seorang pemimpin sepatutnya harus mampu berpengaruh bagi orang lain. Dalam kasus Yosua, sebagai pemimpin ia dikenal pada awalnya kurang berpengaruh. Ia masih hanya terfokus pada sukunya saja, sehingga ia belum mampu mempengaruhi bangsa Israel. Pemimpin sejati selalu menggunakan pengaruhnya untuk membawa perubahan positif dan memimpin para pengikutnya pada jalan yang benar untuk mencapai tujuan.Tanggung jawab
Pemimpin yang mampu memberi pengaruh, akan cenderung lebih mementingkan kepentingan orang lain dibanding dengan kepentingannya sendiri. Kesadaran memiliki untuk memenuhi kepentingan orang lain ini disebut dengan tanggung jawab. Yosua sudah menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab terhadap bangsanya. Ia memotivasi bangsnaya untuk melakukan apa yang benar demi kepentingan semua orang.Teladan
Sebagai pemimpin, Yosua tidak saja hidup benar dan beriman kepada Tuhan, namun ia membuktikan diri sebagai pemimpin yang diteladani. Teladan hidupnya tampak dengan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan lewat kebiasaan doa, ketaatan yang penuh, iman yang bertumbuh, komitmen yang selalu dipegang teguh dan jalinan kemitraan yang kuat dengan Tuhan.MEMAHAMI KEPEMIMPINAN YOSUA
Yosua dipilih oleh Allah sebagai pemimpin bangsa Israel untuk menggantikan Nabi Musa setelah Musa wafat. Yosua terpilih karena Musa melihat kapasitas kepemimpinan yang dimiliki Yosua. Namun yang lebih penting adalah Musa melihat keluhuran budi Yosua yang setia dan tulus ikhlas kepada Allah. Sebagai pemimpin berikutnya (the next leader) tentu memiliki tugas berat. Pertama, setiap anggota warganya pasti sudah memiliki gambaran pembanding antara sang Pemimpin Besar dengan pemimpin pengganti.Tugas berat berikutnya adalah menata kemampuan strategi. Yosua harus selalu memperbaharui visi sebagai tujuan yang harus dicapai. Setelah itu ditetapkan beberapa sasaran antara. Sasaran-sasaran antara yang ini harus selalu dikomunikasikan kepada setiap anggota warganya. Yosua telah melakukan hal tersebut. Bahkan setelah tujuan akhir tercapai, yakni keduabelas suku telah ditempatkan dan kedamaian telah diperoleh di seantero negeri, Yosua memperbaharui visi dengan membuat pembaharuan perjanjian di Sikhom. Yosua berhasil melaksanakan tugas semua itu. Hal yang sama juga telah dilakukan Suharto
“di jaman Orde Baru. Visi untuk mewujudkan Masyarakat yang Adil dan Makmur dicanangkan oleh Founding Father’s dilanjutkan dengan Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan yang tertuang dalam Garis Besar Haluan Negara.”[2]
Apa yang menjadi resep rahasia (The Secret Recipe’s) dari Yosua? Bagaimana dia mampu melakukan tugas yang diberikan Allah kepadanya? Ternyata ada lima rahasia Yosua yang disampaikan oleh Allah sendiri kepadanya, yakni Bersiap Sekarang, Kuatkan dan Teguhkan Hati, Bertindaklah Hati-hati, Renungkan Firman Allah serta Jangan Kecut dan Tawar Hati.
Bersiaplah Sekarang
Hambaku Musa telah mati, sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini(Yosua 1:2). Tujuannya jelas, seberangilah sungai Yordan ini. Instruksinya lebih jelas, bersiaplah sekarang. Dalam pasal-pasal selanjutnya, diuraikan mengenai langkah-langkah persiapan yang dilakukan oleh Yosua, seperti membagi jumlah pasukan, menetapkan panglima, membentuk pasukan khusus, serta mempersiapkan perbekalan. Namun intinya adalah, Bersiaplah Sekarang. Bukan nanti, bukan besok, tapi sekarang.Begitupula halnya dengan manusia/umatNya. Tujuan sudah dicanangkan oleh Allah untuk menyeberangi sungai Yordan. Seperti Yosua, manusia juga harus membuat serangkaian persiapan. Sebagai Laskar Kristus manusia harus mempersiapkan persenjataan, kesehatan, bahkan perbekalan. Tidak ada Laskar Kristus yang pergi berperang dalam keadaan kurus dan kelaparan. Jadi manusia harus membuat persiapan sekarang juga.

You must be logged in to post a comment.