Indramayu,--Gengsi. Mungkin itu yang terbetik saat disajikan pada pilihan menjadi petani. Menjadi petani saat ini masih diidentikkan dengan pekerjaan yang bergulat ke tanah, kotor, dan tinggal di desa. Stigma yang melekat pada petani sebagai orang miskin juga masih terdapat di masyarakat.
Apalagi saat ini banyak fenomena anak muda lebih memilih untuk bekerja di bidang perkantoran atau perbankan daripada menggeluti profesi menjadi petani. Akibatnya, pertanian di daerah menjadi tertinggal karena para anak muda merantau. Padahal, menurut sutanah, petani merupakan pecinta alam yang sejati. Stigma bahwa petani miskin hanya akan ada jika petaninya tidak berusaha.
Untuk itu, sutanah ingin memberi pesan kepada kawula muda agar meninggalkan rasa gengsi menjadi petani. “Kembali ke alam itu buat saya luar biasa. Itu akan membangun mental kita menjadi tangguh, paling tidak banyak inspirasi yang akan kita dapat, akhirnya kita berbagi hasil-hasil pertanian. Yang penting sekarang hilangkan rasa gengsi jadi petani itu,” jelas sutanah.
Di samping itu, menjadi petani yang mengolah lahan secara langsung bukan menjadi satu-satunya pilihan bagi anak muda. Terdapat pilihan profesi lainnya yang masih berkaitan dengan dunia pertanian. “Mungkin anak-anak muda sekarang, terutama yang memilih (studi) Pertanian, pengolahan pabrik-pabrik, pengolahan pangan agro itu luar biasa, mengapa tidak ke sana terjun?” imbuhnya

You must be logged in to post a comment.