Penerapan kurikulum 2013 diharapkan mampu mengakomodasi berbagai permasalahan yang munkin muncul proses pembelajaran di kelas. Namun pada kenyataannya, proses belajar mengajar yang dilakukan oleh sebagian guru pada umumnya masih bersifat satu arah sehingga pendekatan saintifik belum bisa dilakukan, artinya guru sebagai pusat pengetahuan sedangkan siswa cenderung pasif. Sebagian guru matematika SMA lebih menekankan pada pencapaian target kurikulum dan kurang menekankan pada pemahaman konsep matematika. Hal ini diduga menjadi salah satu faktor penyebab masih rendahnya pretasi belajar siswa. Banyak guru yang masih belum mampu menarapkan pendekatan saintifik, karena belum memahami model-model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan. Belajar tidak hanya menggunakan model formal, tetapi lebih baik jika proses belajar berlangsung dengan menggunakan model pengembangan kemampuan dan pengetahuan yang diproses dari pengalaman masing-masing siswa. Dengan menggunakan model pembelajaran yang sederhana, sistematik dan bermakna maka dapat menciptakan semangat belajar dan interaksi siswa, sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang positif dan mampu memperoleh hasil prestasi yang meningkat. Model pembelajaran apapun yang akan dipakai oleh guru hendaknya dapat disajikan menggunakan pendekatan saintifik. Dalam hal ini, kreatifitas guru sangat dibutuhkan dalam menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa, materi, dan lingkungan belajar.
Seorang guru perlu menciptakan proses belajar mengajar sedemikian rupa sehingga siswa dapat bersosialisasi dan berinteraksi satu dengan yang lain. Salah satu cara untuk menciptakan kondisi tersebut dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Matthew (2006:277) mengungkapkan bahwa “Cooperative learning techniques allow instructors to more effectivelystructure and implement group work in their classrooms”. Yaitu dengan teknik pembelajaran kooperatif terjadi kerja kelompok yang lebih efektif dan terstruktur di dalam kelas. Pembelajaran kooperatif akan menghasilkan interaksi yang terstruktur antar anggota kelompok dan terjadi kerja kelompok yang lebih efektif dalam suatu kelas. Sehingga memberikan kesempatan siswauntuk bersosialisasi, berinteraksi dan bekerjasama dengan teman-temannya. Dalam pembelajaran kooperatif, interaksi sosial memegang peranan penting karena siswa melakukan diskusi secara kelompok.
Penerapan pendekatan saintifik diharapkan mampu merancang pembelajaran yang tepat. Selain dapat menjadikan siswa aktif dalam mengkonstuksikan pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta- fakta dari suatu fenomena atau kejadian, Artinya dalam proses pembelajaran, siswa dibelajarkan dan dibiasakan untuk menentukan kebenaran ilmiah. Mereka dilatih untuk mampu berfikir logis, runut dan sistematis. Salah satu bentuk model pembelajaran saintifik yang biasa digunakan pada mata pelajaran matematika adalah Problem Based Learning (PBL), Team Assisted Individualizatio (TAI), dan Student Teams Achievement Division (STAD).
Tidak ada model pembelajaran yang terbaik, karena yang terbaik adalah yang sesuai dengan karakteristik siswa dan kondisi sekolah.

You must be logged in to post a comment.