Pengertian Akhlak
Akhlak secara etimologi merupakan bentuk jamak dari khulq artinya perangai, tabiat, pekerti. Sedang secara terminologi akhlak adalah kemampuan /kondisi jiwa yang merupakan sumber dari segala kegiatan manusia yang dilakukan secara spontan tanpa pemikiran. Akhlak terbentuk dari latihan dan praktek berulang (pembiasaan). Sehingga jika sudah menjadi akhlak tidak mudah dihapus.
Dasar-dasar Akhlak Islami
Menurut pendapat Imam Ghazali bahwa tujuan perbaikan akhlak itu ialah dalam rangka membersihkan kalbu dari kotoran-kotoran hawa nafsu dan amarah sehingga hati menjadi suci bersih, bagaikan cermin yang dapat menerima Nur (cahaya) Tuhan. Diantara ayat Al-Qur’an tentang akhlak tercantum dalam QS An-Nahl: 90 yang artinya:
”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl: 90)
Ruang Lingkup Pembahasan Ilmu Akhlak
Adapun ruang lingkup Akhlak terbagi dalam beberapa bagian, yaitu:
1. Akhlak terhadap Kholik
Manusia wajib tunduk kepada peraturan Allah. Hal ini menunjukkan kepada sifat manusia sebagai hamba. Kewajiban manusia terhadap Allah SWT diantaranya dengan ibadah shalat, dzikir, dan do’a. Allah SAW menciptakan manusia bukan untuk meramaikan dan menghiasi dunia saja, lebih dari itu Allah menciptakan manusia sebagai makhluk dan hambanya. Allah SWT adalah Al-Khaliq (Maha pencipta) dan manusia adalah makhluk (yang diciptakan)
2. Akhlak terhadap Makhluk
Akhlak terhadap makhluk terbagi menjadi beberapa bagian:
(1) Akhlak terhadap diri sendiri.
Manusia yang bertanggung jawab ialah pribadi yang mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri, bertanggung jawab atas tugas dan kewajiban yang dipikul di atas pundaknya, kewajibannya-kewajibannya: tanggungjawab terhadap kesehatannya, pakaiannya, minuman & makanannya dan bahkan apapun yang menjadi miliknya.
(2) Akhlak terhadap ibu dan bapak.
Seorang muslim wajib memberi penghormatan terhadap ayah dan ibunya. Memelihara mereka di hari tuanya, mencintai mereka dengan kasih sayang yang tulus serta mendo’akan setelah mereka tiada.
(3) Bersikap baik terhadap alam, binatang, tumbuh-tumbuhan, kepada yang ghaib, dan semesta alam
(4) Berakhlak terhadap sesama yang beragama Islam, dan antara orang Islam dengan non-Islam; dan
(5) Bergaul dengan orang yang lebih tua umurnya, dengan orang yang selevel (sepadan umur, kedudukan, dan tingkatannya), dan dengan orang yang lebih rendah umurnya
Macam-macam Akhlak
Dalam Islam akhlak terbagi ke dalam dua bagian yaitu akhlak yang baik (karimah), dan akhlak jahat atau tidak baik (akhlak mazmumah).
1. Akhlak Karimah
Akhlakkul karimah berarti tingkah laku yang terpuji yang merupakan tanda kesempurnan iman seseorang kepada Allah SWT. Akhlakul karimah dilahirkan berdasarkan sifat-sifat yang terpuji.
Adapun macam-macam akhlak karimah yakni:
1) Ikhlas
Ikhlas menurut bahasa adalah suci, bersih, murni, atau tidak tercampur dengan apapun. Sedangkan menurut istilah adalah mengerjakan perbuatan (ibadah atau amal lainnya) semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT.
2) Amanah
Secara bahasa amanah bermakna al-wafa‟ (memenuhi) dan wadi‟ah (titipan) sedangkan secara definisi amanah berarti memenuhi apa yang dititipkankan kepadanya.
3) Adil
Adil berasal dari bahasa Arab “al-„Adl” mempunyai pengertian meletakkan sesuatu pada tempatnya. Keadilan akan menjaga kedamaian, ketentraman, keharmonisan hubungan, dan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya ketidakadilan akan menimbulkan ketidak percayaan, ketidak senangan, kebencian, dendam, permusuhan, peperangan dan lain sebagainya.
4) Tawakal
Tawakal adalah kesungguhan hati dalam bersandar kepada Allah SWT untuk mendapatkan kemaslahatan serta mencegah kemudaratan, baik menyangkut urusan dunia maupun akhirat.
5) Pemaaf
Istilah pemaaf berasal dari bahasa Arab “al-afwu” yang berarti memberi maaf, berlapang dada terhadap kesalahan atau kekeliruan orang lain dan tidak memiliki atau menyimpan rasa dendam dan sakit hati kepada orang yang berbuat kesalahan kepadanya. Memberi maaf merupakan perbuatan yang sangat berat, tetapi sangat mulia
2. Akhlak Mazmumah
Akhlak Mazmumah (tercela) adalah perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama (Allah dan Rasul-Nya).
Adapun macam-macam akhlak mazmumah yakni:
1) Penyakit Hati Antara Lain Disebabkan Karena Ada Perasaan Iri
Iri adalah sikap kurang senang melihat orang lain mendapat kebaikan atau keberuntungan. Sikap ini kemudian menimbulkan prilaku yang tidak baik terhadap orang lain, misalnya sikap tidak senang, sikap tidak ramah terhadap orang yang kepadanya kita iri atau menyebarkan isu-isu yang tidak baik.
2) Hasud
Menghasud adalah tindakan yang jahat dan menyesatkan, karena mencemarkan nama baik dan merendahkan derajat seseorang dan juga karena mempublikasikan hal-hal jelek yang sebenarnya harus ditutupi.
3) Ghibah dan Namimah
Namimah atau Adu domba adalah menyampaikan perkataan seseorang atau menceritakan keaadan seseorang atau mengabarkan pekerjaan seseorang kepada orang lain dengan maksud adu domba antara keduanya atau merusakkan hubungan baik antara mereka. Rasa dendam, memberitahukan keburukan orang dan mengadu domba merupakan penyakit hati yang dapat membawa kepada berburuk sangka, suka menyelidiki keburukan orang lain, yang merupakan perbuatan yang dibenci islam.
Itulah pembahasan singkat mengenai Akhlak dalam Islam, yang mencakup pengertian, dasar-dasar, ruang lingkup, serta macam-macamnya. Akhlak bukan sekadar teori atau konsep yang diajarkan di kelas, tetapi menjadi pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari—baik dalam hubungan dengan sesama manusia maupun dengan Allah SWT.
Melalui pemahaman ini, semoga kita semua dapat menumbuhkan kesadaran untuk terus memperbaiki diri, menjadi pribadi yang lebih beretika, dan membawa pengaruh positif di lingkungan sekitar. Karena sejatinya, kemuliaan seseorang di hadapan Allah bukan ditentukan oleh status atau kekayaan, melainkan oleh akhlaknya.
Sumber:
Ar, Zahruddin., & Sinaga, Hasanuddin. (2004). Pengantar Studi Akhlak (P. 62). Raja Grafindo Persada.
El-Adabi, S. N. Akhlak Mahmudah Dan Akhlak Mazmumah.
El-Adabi, S. N. Makalah Akhlak Tasawwuf Ruang Lingkup Seputar Akhlak, Etika, Moral Dan Kesusilaan
Mansur, S. I. (2015). Akhlak Tasawuf
Nata, H. Abuddin. (2012). Akhlak Tasawuf Dan Karakter Mulia (P. 52). Raja Grafindo Persada.
Suhayib. 2016. Studi Akhlak. Yogyakarta: Kalimedia

You must be logged in to post a comment.