Kapan MU punya "Nistelrooy" lagi?

Penyerang merupakan posisi pemain yang paling sering disorot dalam sebuah tim sepakbola. Seorang penyerang mempuyai tugas utama mencetak gol atau dapat juga menjadi pembuka ruang penyerangan untuk pemain lainnya. Penyerang juga sering disebut sebagai strikertarget-man atau goal-getter. Pada formasi 3-4-3 atau 4-2-3-1, terdapat penyerang tengah memiliki tugas melakukan penetrasi dan menerima umpan dari penyerang samping kanan/kiri untuk kemudian mencetak gol. Bahkan pada formasi klasik 4-4-2 pun, salah satu striker ditugaskan menjadi target man.

Sayangnya pada era saat ini, Manchester United (MU) tidak mempunyai seorang goal getter yang handal. Mulai dari Anthony Martial, Masson Grenwood, dan Marcus Rasford. Bahkan Edinson Cavani masih kurang ganas ketika berada di depan gawang.Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumag tersendiri bagi manager Ole Gunnar Solskjaer untuk bisa mendapatkan seorang goal getter yang bagus.

Salah satu penyerang handal yang pernah dimiliki MU adalah Ruud van Nistelrooy. Nistelrooy sebelumnya bermain di PSV Eindhoven sebelum kemudian dilirik Manchester United. Manager MU rela membayar 28 juta euro kepada PSV untuk membeli Nistelrooy pada tahun2001. Sejak saat itu, nama Nistelrooy dikenal sebagai bomber maut. Nistelrooy memang hanya lima musim bermain di United, tetapi dia punya jejak legendaris yang pernah diukir istelrooy pada 2001 hingga 2006.

Nistelrooy memang hanya memberi satu gelar Premier League untuk United, begitu juga dengan Pila FA dan Piala Liga. Akan tetapi, secara individu dia memberikan banyak untuk untuk Setan Merah (julukan MU). Nistelrooy mencetak 150 gol bersama Setan Merah. Pada musim 2001/2002, Nistelrooy meraih gelar PFA Players' Player of the Year. Nistelrooy juga pernah meraih gelar top skor Premier League dan tiga kali menjadi top skor Liga Champions.

Salah saatu momen yang akan selalu dikenang fans MU adalah perseteruannya dengan para pemain Arsenal, Martin Keown dan Patrick Vieira. Saat itu rivalitas antara MU dan Arsenal sangat panas. Nistelrooy pula yang ikut menghentikan laju 'the invincibles' Arsenal pada musim 2004/2005 lewat kemenangan 2-0.

Penyerang asal Belanda ini adalah tipe penyerang oportunis yang sangat berbahaya ketika berada di dalam kotak penalti sehingga sulit mencari padanan penyerang dengan gaya bermain yang mirip dengannya. Nistelrooy punya penempatan posisi, reaksi, dan manuver menyerang yang sangat bagus. Pergerakannya di kotak penalti sulit diprediksi. Dia tahu kapan harus berlari dan diam untuk terhindar dari posisi offside.

Nistelrooy sangat klinis ketika mendapat peluang di depan gawang. Bukan mengandalkan dribel yang meliukl-liuk ala Ryan Giggs, tendangan keras ala Paul Scholes, ataupun kontrol bola yang cantik layaknya Andy Cole. Namun, finishing menjadi kemampuan utama Nistelrooy, baik dengan kedua kaki, kepala, bahkan lututnya. Tak heran jikan kebanyakan gol-golnya bukan gol-gol cantik, namun terkadang orang tidak berpikir hingga bola masuk ke gawang lawan setelah mengenai Rudtje (sapaan Nistelrooy). Kapan lagi MU punya striker sekelas Ruud van Nistelrooy?

Penyerang Manchester United era 2000an, Ruud van Nstelrooy saat melakukan slebrasi golCaption

 

Suka Artikel Ini? Tetap dapatkan Informasi dengan Berlanggana via email

Comments

You must be logged in to post a comment.

About Author