Menjaga kesehatan itu penting banget, karena biaya saat sakit sering kali tidak murah. Seperti biaya sedot cairan di paru-paru yang bisa menelan biaya hingga jutaan rupiah.
Sedot cairan paru-paru adalah istilah masyarakat awam yang merujuk pada tindakan medis untuk mengobati paru-paru basah.
Paru-paru basah atau pneumonia adalah kondisi ketika ada kelebihan cairan di pleura, yaitu selaput tipis yang melapisi dinding rongga dada. Penyebabnya beragam, seperti infeksi virus dan bakteri.
Gangguan kesehatan ini terbilang umum di Indonesia dan termasuk jenis penyakit yang tidak menular. Meski tak menular, paru-paru basah bisa semakin parah kalau gak segera diobati.
Namun untuk melakukan tindakan medis sedot cairan efusi pleura ini, kira-kira berapa ya biaya yang harus dikeluarkan?
Estimasi biaya sedot cairan di paru-paru
Metode sedot cairan paru-paru menggunakan drainase pleura atau WSD dapat dilakukan di rumah sakit milik pemerintah maupun swasta terdekat.
Besaran biaya yang dibutuhkan untuk masing-masing rumah sakit tentu berbeda. Contohnya, perbedaan biaya sedot paru di rumah sakit paru Jakarta dan di kota lain
Di RSUP H Adam Malik, Medan biaya tindakan medis untuk WSD adalah Rp1.600.000 dengan rincian Jasa Sarana (JS) sebesar Rp660.000 dan Jasa Pelayanan (JP) Rp940.000.
Sementara itu di Rumah Sakit Universitas Brawijaya Malang biaya penyedotan cairan paru-paru dengan water seal drainage tercatat sebesar Rp1.000.000.
Di RSUD Blambangan Banyuwangi, harga sedot cairan di paru-paru dengan pemasangan WSD ditetapkan sebesar Rp600.000 untuk kelas 3, Rp800.000 untuk kelas 2, dan Rp1.000.000 untuk kelas 1.
Di RSUD Jakarta biaya sedot cairan paru-paru paling murah yakni sekitar Rp300.000 saja.
Besaran biaya sedot dahak di paru paru tersebut mungkin ada tambahan lagi seperti biaya administrasi dan konsultasi dokter.
Kamu sebaiknya menghubungi langsung rumah sakit yang terdekat dengan kamu untuk mengetahui kepastian biaya yang dibutuhkan.
Pneumonia dan penyebab lain harus dilakukannya sedot cairan paru
Setelah membahas mengenai biaya sedot cairan paru-paru, ada baiknya kamu juga ketahui apa saja yang mendasari harus dilakukanya prosedur satu ini.
Pneumonia
Pneumonia atau bahasa lainnya paru-paru basah adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur.
Infeksi tersebut menyebabkan paru-paru meradang, sehingga kantung udara di paru-paru terisi cairan atau nanah.
Dampaknya pasokan oksigen ke paru-paru menjadi terhambat dan tak bisa tersalurkan dengan baik ke seluruh tubuh.
Emboli paru
Kondisi ini adalah di mana satu atau lebih arteri di paru-paru terhalang oleh gumpalan darah.
Meskipun jarang terjadi, tapi kondisi ini bisa disebabkan oleh pembekuan pembuluh darah dari bagian tubuh lain seperti kaki atau yang lainnya.
Gejala dari kondisi ini antara lain nyeri dada saat bernapas, oksigen dalam tubuh rendah, napas cepat, palpitasi hingga batuk kering.
Penyakit autoimun
Penyakit autoimun adalah penyakit yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat.
Jenis penyakit ini sepert rheumatoid arthtritis hingga lupus juga berpotensi menyebabkan kondisi seperi penumpukan cairan di paru-paru.
Gagal jantung kongestif
Ternyata selain masalah pada paru-paru, masalah pada jangtung juga bisa jadi penyebab menumpuknya cairan di paru-paru atau efusi pleura.
Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak dapat memompa darah seperti seharusnya.
Efek samping obat
Obat memang bertujuan menyembuhkan penyakit. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa efek samping obat jadi hal yang memang harus dihadapi.
Salah satunya adalah seperti terapi radiasi untuk kanker. Ini dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru.
Penumpukan cairan di paru ini dapat terjadi bersamaan dengan kanker. Dalam beberapa kasus cairan yang ditemukan di paru ini pun bersifat ganas karena merupakan hasil dari efek samping kemoterapi.
Maka dari itu sebelum menjalani sebuah pengobatan, pastikan kamu bertanya ke dokter apa saja efek samping dari pengobatan tersebut.
Gejala saat seseorang memiliki cairan berlebih di paru-paru
Untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang memiliki cairan berlebih di paru-parunya, tentu saja harus melalui pemeriksaan dokter.
Namun, beberapa gejala berikut ini dapat kamu curigai sebagai paru-paru basah untuk dikonsultasikan dengan dokter nantinya:
- Mengalami batuk kering
- Nyeri dada yang bisa bertambah sakit saat batuk
- Mengalami kesulitan bernapas.
- Sesak nafas atau napas yang terasa berat bahkan saat sedang istirahat
- Demam
- Jantung sering terasa berdebar
- Mudah kelelahan dan tidak berenergi.
Apalagi mengingat penyebab penumpukan cairan di paru-paru bukan cuma satu penyebab saja, tapi beragam. Tidak heran juga jika gejalanya pun akan beragam.
Karena itu, sangat direkomendasikan untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter maupun tenaga medis lainnya.
Apakah penumpukan cairan di paru-paru bisa disembuhkan?
Pleura, atau lapisan tipis yang melapisi paru-paru memang secara alami punya cairan yang bertugas melumasi paru-paru saat bernapas.Cairan ini menjadi masalah saat jumlahnya berlebihan sehingga menyebabkan penumpukan.
Penumpukan cairan di jaringan paru paru inilah yang menyebabkan penyakit pneumonia atau yang lebih dikenal sebagai paru paru basah.
Pneumonia sendiri menyebabkan peradangan paru akibat infeksi.
Penumpukan cairan pada paru-paru basah pada kasus tertentu dapat hilang atau berkurang dengan sendirinya. Ini bisa terjadi saat penyebab paru-paru basah sudah dapat ditangani.
Tetapi, bila gejala-gejala paru paru basah di atas dirasakan semakin parah maka perlu dilakukan tindakan medis. Langkah medis cara menghilangkan cairan di paru-paru
Paru-paru basah dapat diobati dengan beberapa metode pengobatan tergantung apa penyebabnya.
1. Obat-obatan
Paru paru basah yang disebabkan oleh bakteri seperti streptococcus pneumoniae dapat diobati dengan memberikan antibiotik.Sementara yang disebabkan oleh pneumonia virus bisa ditangani dengan obat antivirus.
Dokter juga akan memberikan obat lainnya untuk meredakan batuk, demam, maupun rasa nyeri yang umumnya dirasakan penderita pneumonia.
2. Water seal drainage (sedot cairan paru)
Cara sedot cairan dalam paru-paru lainnya adanay dengan metode WSD.Paru-paru basah bisa juga diakibatkan karena infeksi jamur terutama pada orang dengan masalah kesehatan kronis.
Bila metode antibiotik dan antivirus tak membuahkan hasil, cara yang dapat ditempuh selanjutnya adalah memasang drainase pleura.
Metode drainase pleura atau water seal drainage (WSD) dilakukan untuk menguras atau menyedot cairan berlebih di paru-paru dengan memasukkan tabung kecil ke pleura.
Tabung kecil itu akan akan dipasang untuk membantu cairan, darah atau nanah keluar dari paru paru.
3. Operasi
Pada kasus yang lebih serius, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan operasi penyedotan cairan paru paru.Prosedur ini berlaku untuk pasien dengan paru paru basah atau disebabkan oleh kanker.
Dokter akan memasukkan tabung kecil ke dalam rongga dada lalu mengalirkan cairan berlebih itu melalui perut.
Banyak yang bertanya operasi sedot cairan paru apakah sakit, jawabannya tentu tidak. Prosedur ini mengharuskan kamu dibius, jadi kamu tidak akan merasa sakit ketika prosedur dilakukan.
Kamu mungkin akan merasakan sedikit rasa sakit selama masa pemulihan, namun ini bisa diredakan dengan obat analgesik.
Dapatkan penawaran terbaik asuransi kesehatan hanya di Lifepal, cukup dengan isi form berikut ini:
Pantangan setelah sedot cairan paru
Sebenarnya tidak ada pantangan bagi mereka setelah melakukan tindakan medis sedot cairan pada paru-paru.Namun, pasien dengan penyakit paru-paru basah juga harus menjaga gaya hidup yang sehat. Seperti makan-makanan bergizi 4 sehat 5 sempurna, dan olahraga yang teratur.
Selain itu, di masa pandemi covid-19 ini, para pengidap paru-paru basah juga diharuskan untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan selalu mencuci tangan.
Pasalnya, virus covid-19 juga menyerang sistem pernapasan dan paru-paru. Itu sebabnya mereka yang telah terkena paru-paru basah sangat rentan pula terkena covid-19.
Jadi perlu hidup lebih hati-hati, sambil menunggu vaksin covid-19 mulai diedarkan ke seluruh masyarakat.
Efek samping sedot cairan paru-paru
Terdapat beberapa efek sedot cairan paru yang mungkin kamu rasakan.Pertama kamu mungkin akan merasakan nyeri ringan ketika mendapatkan anestesi sebagai permulaan prosedur ini.
Kamu juga mungkin akan merasakan sedikit tekanan ketika jarum dan selang yang digunakan untuk menyedot cairan di paru-paru dimasukkan ke dalam tubuh.
Tekanan ringan juga mungkin akan kamu rasakan ketika cairan dikeluarkan.
Efek lain yang mungkin terjadi adalah pusing, mual, dan muntah. Ini kemungkinan juga berasal dari obat anestesi dan sensasinya akan hilang dalam 1-2 hari.
Jika ada efek samping yang menggangu, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.
Komplikasi sedot cairan paru
Bahayakah sedot cairan di paru-paru? Secara umum prosedur ini aman apabila dilakukan sesuai prosedur yang benar.Namun dalam beberapa pengalaman sedot cairan paru, terkadang bisa juga terjadi beberapa komplikasi. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah seperti:
- Demam tinggi
- Nyeri dada
- Kesulitan bernapas
- Penumpukan udara di paru-paru
- Infeksi
- Pendarahan
- Hati atau limpa tertusuk
- Pneumotoraks
- Edema paru
Biaya sedot cairan di paru-paru ditanggung BPJS Kesehatan
Beruntung, biaya sedot cairan paru ditanggung BPJS Kesehatan.
Melalui JKN-KIS, biaya operasi sedot cairan paru-paru dapat ditanggung sepenuhnya bila sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Pastikan kepesertaan kamu aktif dan kamu mengikuti alur pengobatan sesuai faskes yang sudah ditentukan atau ditunjuk.
Menjaga kesehatan itu penting banget, karena biaya saat sakit sering kali tidak murah. Seperti biaya sedot cairan di paru-paru yang bisa menelan biaya hingga jutaan rupiah.
Sedot cairan paru-paru adalah istilah masyarakat awam yang merujuk pada tindakan medis untuk mengobati paru-paru basah.
Metode sedot cairan paru-paru menggunakan drainase pleura atau WSD dapat dilakukan di rumah sakit milik pemerintah maupun swasta terdekat.
Besaran biaya yang dibutuhkan untuk masing-masing rumah sakit tentu berbeda.
Di RSUP H Adam Malik, Medan biaya tindakan medis untuk WSD adalah Rp1.600.000 dengan rincian Jasa Sarana (JS) sebesar Rp660.000 dan Jasa Pelayanan (JP) Rp940.000.
Sementara itu di Rumah Sakit Universitas Brawijaya Malang biaya penyedotan cairan paru-paru dengan water seal drainage tercatat sebesar Rp1.000.000.

You must be logged in to post a comment.