Masyarakat Minangkabau (Sumatera Barat) Sudah Ekspor Senapan sejak Dahulu

Tak banyak yang mengetahui bahwasanya di abad ke 18 sudah kenal dengan senapan. Bahkan hasilnya telah diekspor dan digunakan oleh para Portugis dan kerajaan di Aceh. Cerita ini bukan sebuah isapan jempol. Ketika seorang Belanda yang datang ke daerah Minangkabau ketika perang Paderi pernah mengungkapkan dalam tulisannya,

Rakyat Minangkabau adalah orang yang berani, terlatih dalam perang, penembak yang jitu dan dalam menghadapi kesulitan serta pandai menggunakan keadaan alam sebagai keuntungan dalam pertahanan
Selain mengenal senapan yang digunakan untuk keseharian, senapan ini juga dipasarkan. Teknologinya tidak begitu jauh tertinggal dengan kepunyaan Belanda ketika itu.
Daerah produksi senapan saat itu dikenal Sungai Yani dan Sungai Puar. Harga dipatok dalam kisaran 10 hingga 12 gulden. Ketika meletus perang paderi, harga meningkat tajam hingga 100%.
 
Untuk amunisi, dibuat dari campuran timah, pecahan porselen, besi kecil dan beras. Mesiu khusus dibuat dari Saltpeter dari kotoran hewan, belerang dari gunung berapi. Pembuatan dilakukan dengan menggunakan wajan di atas api.
 
Kepastian lebih lengkap kapan pertama masyarakat Minang kenal dan belajar cara membuat senapan ini tidak ada catatan sejarah pasti. Ada beberapa teori yang menyatakan kemungkinan ini,
 
Antara tahun 1390 hingga 1527 kekaisaran Ming, masyarakat Cina telah sampai ke semenanjung Malaka.
pertempuran tentara dinasti ming
Kemungkinan kedua, diperoleh sejak kaisar Ottoman Turki. Invasi Portugis membuat Kerajaan Aceh minta bantuan perlindungan pada Kekaisaran Ottoman. Disebutkan tahun 1520, Vezir Sinan Pasha mengirimkan meriam dan perlengkapan perang.
 
Selain itu juga turut serta pasukan dan para ahli pembuat senapan.
Senapan tersebut tentu ada yang diperjual belikan. Hingga datang pedagang Gujarat, India yang membawa senapan tersebut di Minangkabau pada saat melakukan perjalanan dagangnya. Dari sinilah mulai muncul perkenalan masyarakat Minangkabau dengan senapan. Tentu, dengan kecanggihan senapan waktu itu, siapa yang tidak tertarik untuk mengetahui dan mencoba memproduksinya.

Suka Artikel Ini? Tetap dapatkan Informasi dengan Berlanggana via email

Comments

You must be logged in to post a comment.

About Author

Dulunya ditulis di anakminang.com