Perkembangan daerah di Minangkabau terjadi melaluli proses pembentukan nagari. Hal ini dimulai dari tahap paling bawah dimana suatu daerah didatangi oleh sekelompok orang. Kemudian mereka menetap dan mendirikan 'taratak'.
Taratak akan berkembang menjadi dusun. Jika semakin banyak penduduknya maka akan berkembang menjadi koto. Masih bisa disaksikan beberapa nama daerah masih menggunakan kata 'koto' ini. Koto Baru, Koto Panjang, dan lain sebagainya.
Baru pada tahap lebih luas akan menjadi nagari.
Nenek moyang orang Minangkabau memang berasal dari daerah Luhak nan Tigo. Kemudian karena pertumbuhan penduduk maka mereka menyebar mencari tanah baru untuk hidup dan lahan baru.
Daerah tersebut yang dikenal dengan daerah rantau. Bisa disimpulkan hanya 2 tempat tinggal orang Minangkabau, di Luhak atau di Rantau.
Salah satu rantau yang dikenal adalah Sungai Pagu, berada di Kabupaten Solok Selatan. Alam Surambi Sungai Pagu. Atau dikenal dengan Sungai Pagu Surambi Alam Minangkabau.
Dari tetua adat di sana dijelaskan bahwasanya mereka adalah keturuanan dari Pesisir, daerah Banda X.
Penduduk dan Perkembangannya
- Timur dengan Kecamatan Sangir/Lubuk Gadang
- Selatan dengan gunung Kerinci
- Barat dengan Bukit Barisan
- Utara dengan kecarnatan Pantai Cermin/Surian
Masyarakat di disini lebih cenderung bertani dengan hasil padi, kopi karet. Popularitas pertanian dan erkebunan telah dikenal sejak jaman Belanda, bisa dilihat bukan,
- Kebun teh di Pekonina, Huberta dan Bukit Melintang
- Kebun Kina di Bangko kecil, Bangko Besar dan Sumangun
- Getah di Sungai Lambai
- Kopi di Pinang Awan
Sayang, semua dibakar saat jaman penjajahan. Tersisa cuma kebun getah di Sungai Lambai,

You must be logged in to post a comment.