Apa yang tersisa setelah ‘33x’? Sebuah Refleksi Perenungan

Sebagai seorang Muslim, hal pertama yang terlintas ketika mendengarkan lagu yang berjudul ‘33x’ ini pasti sebagian kita akan langsung tertuju dan terlintas pada konsep Zikir. Dimana kami sebagai umat Muslim dianjurkan membaca tasbih, tahmid, dan takbir yang masing-masing mempunyai hitungan 33x setelah shalat, sebagai bentuk mengingat kepada Allah. Dimana ini bisa menjadi sebuah Simbolisme angka yang makin memperkaya interpretasi lagu sebagai ajakan untuk kembali pada esensi spiritual.

Risalah terikatnya, batin dan raga yang mengunci

Di atas Sang Maha Daya semua kendali terambil alih

Dari penggalan lirik di atas, menegaskan bahwa segala sesuatu berada di bawah kuasa Tuhan, yaitu jika dalam konteks Islam adalah Allah. Frasa ini seperti mencerminkan sebagai bentuk penyerahan diri (Tawakkal) di tengah banyaknya tekanan hidup. Sementara itu penggalan seperti,

Melamban bukanlah hal yang tabu

Kadang itu yang kau butuh

Bersandar hibahkan bebanmu

Mengajak pendengar untuk lebih menghargai jeda, waktu, dan refleksi perenungan sebagai bagian dari perjalanan hidup kita sebagai Manusia. Secara Implisit, 33x mampu membawa pesan dakwah yang halus namun mendalam. Lirik lagu nya yang berfokus pada perenungan makna hidup namun tidak menggurui tetapi justru seperti mengajak pendengar untuk berefleksi,

Sebutlah nama-Nya

Tetap di jalan-Nya

Frasa dalam lagu 33x ini, seperti merujuk pada QS. Al-Baqarah ayat 152, yang menekankan pentingnya ‘mengingat Allah’ agar kita sebagai manusia juga “Diingat” oleh-Nya. Maka agaknya, 33x dari Perunggu ini bukan sekedar lagu saja tapi melainkan sebuah karya seni yang mengandung pesan dakwah, refleksi spiritual, dan cerminan keresahan kolektif yang memang sebagian dari kita mungkin sedang mengalami fase ini, fase bingung, sedih, akan banyaknya tuntutan pencapaian yang harus dikejar dan diraih. Dengan simbolisme ini, pendengar tentu seperti diajak untuk melambat, merenung, dan kembali pada esensi hidup ditengah hiruk-pikuk dunia. Dan dari sana, muncullah kesadaran dan ketenangan dengan tetap membersamai hidup dengan mengingat Sang Maha Daya dan menjalani hidup dengan lebih penuh seperti seharusnya.

Suka Artikel Ini? Tetap dapatkan Informasi dengan Berlanggana via email

Comments

You must be logged in to post a comment.

About Author