Alun Takilek Alah Takalam Artinya Apa?

Alun takilek alah takalam
Bulanlah langkok tigopuluah
Alun taliek alah tapaham
Rasolah tibo dalam tubuah...

Ahay tentu saja pernah sanak saudara mendengar itu pantun. Ya kalau hidup ala ala kota gaya anak metropolitan elo-gue tentu saja ndak akrab benar dengan pantu ini. Tapi kalau bergaul dengan tetua akan dengar dengan pantun yang satu ini.

Pantun yang menggambarkan bagaimana kinerja otak dan rasa seorang Minangkabau nan seharusnya. Kecepatan pemahaman seorang insan dituntut melebihi kecepatan cahaya. Bagaimana tidak. Belum terkilat saja cahaya dia sudah sampai ke gelap lagi.

Hal seiring ini sebagai aplikasi lebih mendalam dari pepatah, Hiduik baraka mati bariman. Manifestasi dari kedua petatah ini sangat menganjurkan kejelian dan pandai membaca situasi dengan cepat.

Lalu apakah ini tentang kecerdasan? IQ kata orang sananya?

Hal semacam ini sebenarnya kalau menurut saya saja ini ya, tidak sebatas pengaruh IQ. Tapi keterampilan yang harus di asah. Ketrampilan berpikir.

Ibarat seperti sebilah pisau. Kalau tak di asah tentu akan berkarat dan tumpul dia-nya. Sementara barang tumpul kalau rajin di-asah akan tajam juga ujungnya itu.

Namun kembali lebih dari pada itu, menghadapi era yang katan 4.0 ini ala ala kaum mileneal kalau tidak dipakaikan pepatah lama itu. Ya alamat ketinggalan lah dari orang nan lain kita ini. (kontribusi: Deded Mahaputra)

Suka Artikel Ini? Tetap dapatkan Informasi dengan Berlanggana via email

Comments

You must be logged in to post a comment.

About Author

Dulunya ditulis di anakminang.com